Well, I am a bit surprised that the idea of conducting a Boneng Race is somehow came true this morning.
Special Thanks to Sin2, Wei Tjan, Benny (BungBens) and Jeka(the Hippies) for the their sponsorship and support.
Sudah menjadi tradisi bagi para MOS, bahwa yang namanya olahraga bersepeda ya harus gowes dari rumah ke TKP sampai kembali ke rumah. Singkat cerita, BOneng Race Serie 1 ini dimulai dari Bellanova, Sentul City dan finish di KM-O desa BojongKoneng, melewati taman Budaya dan jalur uphill sepanjang kurang lebih 12,5km yang 90%-nya berupa tanjakan2 jahanam.
altitude profile.
Hasil Lomba:
Di Boneng Race yang pertama kali diadakan di tahun 2012 ini, para MOS mengeluarkan senjata dan strategy andalan masing-masing:
Jimbrong, sedikit kecewa dalam lomba kali ini. Karena sebelumnya beliau adalah pesepeda fenomenal, dan seringkali finish di barisan pertama tetapi tidak ada yang mengabadikan prestasinya. Hari ini dia merasa sangat terganggu oleh ocehan-ocehan the Guard sepanjang jalur Uphill Taman Budaya -- KM-0, dan akhirnya beberapa ratus meter menjelang garis finish, Jimbrong melepaskan posisi ketiganya dan mengijinkan the Guard melewatinya. Daripada stress mendengarkan petunjuk2 navigator yang sedikit menyesatkannya.
Sungguh diluar dugaan, Buds, berhasil melewati MOS papan tengah, dan menempel JimBrong, hingga berhasil finish di tempat ke-5. Sungguh besar pengorbanan Buds kali ini. Dia sampai batal untuk mengabadikan perjalanannya kali ini karena melihat BungBens mulai menempel di belakangnya, ha.hah. Sementara itu, BungBens, berhasil mengelabui the Smallest Teacher (Eric) dengan memberikan beberapa informasi yang sedikit menyesatkan. Ketika ditanya berapa sisa jarak yang ada, BungBens selalu menjawab: "Masih jauh, Rick!". Sehingga Erick tidak berani memacu sepedanya terlalu cepat, takut kehabisan tenaga. Dan terakhir, sebuah sepeda motor menghalangi kariernya untuk dapat menyusul BungBens. Meski finish di urutan ke-7, Eric cukup puas dengan prestasinya. Sehingga layak mendapatkan julukan "The Rising Star". Mr. LivingStrong berhasil finish di urutan ke-8 dengan wajah yang berkeringat seperti biasa, diikuti oleh M.I.B (Wei Tjan), dan terakhir Ko Handi, satu-satunya MOS yang baru pertama kali bergabung dengan SMC dan langsung disuguhi Boneng Race Serie 1. Dan akhir dari perjalanan kami kali ini ditutup dengan makan pagi bersama di Bakmi Golek Sentul, sambil mengenang pengalaman luar biasa yang baru saja kami lalui bersama.
Nantikan laporan perjalanan kami berikutnya, dalam EnduRace Serie 2 yang rencananya akan kami adakan 3 minggu mendatang dengan mengambil trek Gunung Bunder yang berjarak tempuh 75km++. Salam Hangat dan tetap SRammangat untuk para MOS.
Minggu, 29 April 2012
Rabu, 25 April 2012
Boneng Race for SMC?
Boneng Race? Why not? Ide ini tercetus dalam pembicaraan di BB group SMC, Ini baru sekedar wacana, tetapi bisa kita realisasikan dalam waktu dekat. Ada 2 pilihan trek, pertama adalah jalur chicken way Cijayanti-Km0, yang kurang lebih rutenya seperti berikut:
Meskipun disebut chicken way, jalur ini sudah membantu meningkatkan stamina dan endurance para MOS. Untuk jarak pastinya, nanti kita akan hitung secara detail, tergantung dari titik mana kita mau start.
Untuk titik finish, kita bisa menggunakan warung km-0 ini sebagai patokan.
Pertama-tama adalah kita bagi kelompok (kelas), mulai dari kelas Super Bike, 500cc dan 125 cc. Atau bisa juga berdasarkan type sepeda: Fulsus (XC, AM, DH, Trail), HT, seli, BMX, sepeda ontel dsb. Contoh: Fulsus XC ada Pa Budi dan Wei Tjan, AM ada BungBens, BH dan Sin2, HT ada Imam, Hendru, Arie, Buds dkk. Tergantung nanti mana yang paling mudah dilaksanakan.
Untuk trophy bisa kita pesan dan buat design SMC yang unique
Untuk hadiah? Kita bisa mulai saweran, misalnya tiap kali gowes bersama kita mulai nabung 20rb per orang, atau berapa saja sanggupnya. Kalau ada yg mau nyumbang 50-100rb juga alhamdulilah. Race ini bisa kita adakan satu bulan sekali, atau 2 bulan sekali sekedar untuk senang2 saja, dan memotivasi para MOS untuk giat berlatih dan meningkatkan performance-nya.
Dan satu hal lagi yang tidak kalah penting, mungkin bisa kita mulai pikirkan bagaimana kita bisa menghadirkan 1-2 orang umbrella girls untuk sesi photo2 setelah mencapai garis finish. Jadi coba mulai di data siapa saja yang punya kenalan SPG rokok atau mungkin staff di kantor masing2 yang bersedia menjadi umbrella girls untuk acara Boneng Race ini. Hendra pastinya punya banyak link neh, he.he. Ya, mari kita beri masukan2 positive untuk mendukung event ini.
Opsi kedua adalah trek Uphill yang dipakai untuk 1PDN Sentul Uphill Race 2012 beberapa waktu yg silam. Tapi itu nantilah setelah rute chicken way ini dengan sukses bisa terealisasi.
Senin, 23 April 2012
Intermezzo .... 23.04.2012
Penderitaan belum berakhir ....
Berawal dari keisengan mencoba 29ners Adrian Gunawan (Rama Motor) di hari Senin sore, saya terpaksa mengakhiri perjuangan saya di Patung Kuda, Cijulang, Bogor. Menemani brother Erick, yang tidak bisa bergabung dengan Tour de RA sehari sebelumnya. Saya pun terpaksa menemani beliau gotjap ke patung kuda. Dengan catatan waktu 35 menit (dari Epic ke Patung Kuda)
Tanpa sempat mengganti kostum, saya langsung memacu Scott 29ners milik Adrian, dari Rama Motor ke Epic untuk bertemu dengan MOS termuda yang menjanjikan ini. Hanya perlu 10 menit utk mencapai Epic. Dan saya pun meluangkan waktu dengan mengisi perut yang kosong ini dengan sebungkus roti dan sebotol aqua yang saya beli dari sisa2 uang di dompet saya yang habis terkuras utk membeli aki mobil.
Tepat jam 17:10, saya mendengar dentingan bel sepeda Brother Eric. Dan segera memacu sepeda kami menuju desa Cibeureum. Kami memacu sepeda dengan kecepatan rata2 10km per jam. Setelah menanjak sejauh 4km pertama, kami berhenti untuk beristirahat sejenak. Jam menunjukkan pukul 17:25. Dan saya bertanya kepada brother Erick: "Masih jauh gak, Bro?"
Brother Erick dengan bijak memberikan saya pilihan: "Tiga tanjakan lagi, Bro! Tapi gak usah dipaksakan, kalau cape ya kita pulang saja. Lagipula hari semakin gelap dan kita tidak bawa lampu."
BAAHHH, mau ditaruh dimana muka saya kalau pulang di tengah2 jalan begini. Kejadian ini akan dikenang sepanjang masa dan dijadikan bahan leluconnya BB all the time, ha.hah. Akhirnya saya memilih opsi pertama: Maju terus, toh tinggal 3 tanjakan lagi. Dengan sisa2 tenaga dan otot yang belum pulih akibat perjalanan ke Nura sehari sebelumnya, saya terus memacu sepeda saya, berusaha menempel brother Erick yang terllihat sangat fit staminanya.
Mendekati tanjakan semen yang biadab, akhirnya perlahan tapi pasti saya bisa menambah laju 29ners pinjaman ini, dan berhasil mendahului brother Erick. Dan tepat jam 17:45 kami tiba di Puncak Cijulang, dan segera terkapar. Saya menyerah, dan menaikkan bendera putih, ha.hah.
Tepat jam 18:10 setelah beristirahat sejenak, kami pun meluncur menuju Bogor kembali. Dan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tiba kembali di Rama Motor.
Going Home .... (Tour de RA III, Part 2) 22.04.2012
Perjuangan belum berakhir ....
Setelah menghabiskan jamuan makan pagi menjelang siang ini, tiba-tiba tercetus ide2 brilliant untuk voting jalur pulang: THE HARD WAY 1) RA Classic, 2) NURA, 3) Kota Bunga--Sentul, or the CHICKEN WAY (on road). The Doc, Uncle Chan dan Pa Budi masih banyak urusan yang harus diselesaikan di rumah masing-masing, mereka memilih chicken way. Sementara 11 MOS (Member of SMC) lainnya yang merasa belum puas dengan siksaan perjalanan sebelumnya, memilih the hard way.
Kami pun memilih jalur yang paling bersahabat, yaitu NURA, yang sudah seperti halaman rumahnya Ko Sin2, karena hampir tiap Minggu dia kesana. Perjalanan dari Rindu Alam tidak terasa berat lagi, karena energy kami baru saja diisi penuh. Thanks to Om Beben dan The Doc atas jamuan kudusnya ini. Setibanya di titik start sebelum memasuki single trek NURA yang terkenal dengan tanjakan2 dan turunan licinnya ini, kami sempat beristirahat sejenak. BC turut berpartisipasi mencicipi panasnya balsam yang dibawa Jimbrong, he.heh.
Lalu ...... Petualangan pun dimulai, satu persatu kami menuruni jalur tanah singel trek yang cukup kering ini. Tanpa keraguan, kami melibas semua tantangan2 yg tersedia. Tidak ada trek yang terlalu sulit bagi para ksatria MOS ini. Apalagi cuaca beberapa hari terakhir terbilang kering. Bung Hendra, Bung Bens, Arie dan kawan-kawan menuruni single trek tanah ini dengan penuh percaya diri.
"Ini toh yang namanya Nura?" Kata Om Beben yang baru pertama kali melewati jalur ini. Nampaknya tidak ada tantangan berarti lah.
Tidak sampai 20 menit, kami sudah mencapai titik tertinggi di trek ini, setelah melewati satu tanjakan tanah yang cukup terjal, dan terpaksa mendorong sepeda kami
Kami pun beristirahat sejenak, menikmati keindahan alam yang luar biasa ini. Beberapa MOS membantu program penghijauan dengan menyumbangkan air seninya bagi kesuburan tanah alam nan luas ini. Tidak lama kemudian ....... kabut pun turun, ..... menyelimuti lembah2 yg terhampar di hadapan kami.
Hanya dalam hitungan detik, cuaca yang tadinya terang benderang .... berubah menjadi gelap ...... Kami pun segera melanjutkan perjalanan memasuki menembus hutan .....
Singkat cerita, kami sampai ke titik peristirahatan berikutnya, sambil menunggu BC yang tampaknya enggan cepat2 mengakhiri petualangannya kali ini. Kami yang menunggu Bos oli ini sempat dibuat cemas. Karena pengamat teknologi persepedahan ini tidak kunjung tiba. Akhirnya Bos oli satu ini tiba dengan selamat di tempat kami menunggu. Para MOS ini agak sedikit kecewa karena kurangnya tantangan di perjalanan kali ini. Hendru pun segera memohon kepada dewa langit untuk segera mengirimkan hujan terbaiknya. Ko Sin2 pun setuju dengan pemikiran Hendru. "Gak seru kalau melibas trek tanah tanpa siraman hujan," ujarnya dengan bijak.
Dan diluar dugaan kami semua, kali ini doa Bung Hendru segera dikabulkan. Tiba-tiba butiran2 air sebesar biji rambutan pun turun dari langit. Tidak ada sesi photo2 lagi, semua gadget masuk ke dalam plastik kedap air (kantong kresek). Kami pun segera meluncur turun, dengan kecepatan penuh. Agus sempat terjungkal 2x, dan tiap saya tanya, "Are you all right?", dia cuma mesem2 aja. Dan sungguh luar biasa dia selalu bangkit lagi tanpa luka yg berarti, dan kembali memacu kuda besinya menembus hujan segede gaban ini. Menjelang pintu keluar di tea plantation Gn Mas, hujan mulai mereda, dan kami pun melewati jalur nostalgia-nya Jimbrong. Yang konon sempat pingsan di jalur itu karena terlalu bersemangat memacu kuda kayunya. Hal-hal seperti itu akan selalu diingat sepanjang masa oleh para MOS yang memiliki daya ingat di atas rata-rata ini.
Memasuki areal jalan raya, kemacetan pun tidak dapat dihindari. Hari Minggu!!! Dan kami cukup beruntung karena dikawal oleh 2 orang polisi yang kebetulan sedang mengawal sebuah mobil menembus kemacetan jalur Puncak-Gadog. Sesampainya di turunan pasar Cisarua, kami dipersilahkan oleh Pa Polisi untuk mengambil jalur kiri. Dan kami pun langsung melesat menuju perhentian terakhir di rumah Makan Sederhana Gadog. Selepas Mega Mendung, hujan deras pun kembali turun. Tapi tidak menyurutkan semangat para MOS berdarah dingin ini. Kebut2an ala Danru pun terus dijalankan. Saya sempat menabrak pantat Kijang Innova hitam karena jalan saya terhalang oleh para pedagang asongan. Beruntung bahwa sang pengemudi tidak marah. Dan saya kembali meluncur dengan kecepatan penuh menuju Gadog .......
Kami pun akhirnya berteduh di rumah makan sederhana di seberang Kampus Danamon, gadog. Sambil menunggu hujan reda. Sambil mendengarkan ocehan Jimbrong mengenai pengalaman2 serunya bersama suhu Marcel, he.heh. Mengisi perut kami dengan paket nasi padang dan teh panas. Sebelum akhirnya kami meluncur ke rumah masing2.......
Sekian liputan petualangan Essemce kali ini, sampai bertemu di tantangan berikutnya, trek Sentul--KOta Bunga.
Minggu, 22 April 2012
Tour de Rindu Alam III, 22.04.2012 (Part 1)
TOUR de RINDU ALAM memang belum bisa disamakan dengan Tour de France, tetapi untuk porsi kami, jalur Bogor-Puncak yang kaya akan kemacetan dan kesemerawutan lalu lintasnya ini sudah cukup melelahkan lahir batin. Pertama, kami bukan athlete, kedua kami masih harus menjalani peran masing2 sebagai suami, ayah, pacar, shepia ataupun "Bapak asuh" bagi seseorang (He.heh.) Tapi apapun peran kami, itu bukan penghalang untuk merayakan ulang tahun Om Beben dan the Doc di bulan April yang gak jelas cuacanya ini. Kadang panas, kadang hujan, kadang gak ada kepastian mau hujan atau gak. Beruntung bahwa kami mengajak pawang hujan dalam perjalanan kali ini, Bung Hendru. Minta lah maka engkau akan diberi, begitu kurang lebih pelajaran yang bisa kami petik dari perjalanan kali ini.
The Doc juga menunjukkan kepemimpinan yang baik untuk perjalanan kali ini. Pergi bersama-sama, pulang pun harus bersama-sama. Begitu tekad the Doc. Meski pada akhirnya the Doc, Om Chan dan Pa Budi memilih jalur on road pulangnya. Karena mereka masih mengemban tugas sebagai ayah bagi anak isteri yang menunggu di rumah. Beruntung bagi kami-kami yang lainnya, karena sudah mendapat visa seharian penuh untuk acara kali ini. Ko Sin2 bahkan mengakui bahwa dia bebas sebebas-bebasnya, he.heh.
Buds nampak agak sedikit galau hari ini, terlihat dirinya tidak pernah berpisah dari rokok kesayangannya. Terlihat beberapa kali tatapan matanya yg kosong dan badannya yg menggigil kedinginan. Tetapi tidak pernah terucap sekalipun keluhan keluar dari mulutnya. Buds nampak sangat menikmati petualangan bersama SMC kali ini. Two thumbs up, Buds!
Well, sedikit flashback, perjalanan kali ini diawali dengan rusaknya clit seat post kuda kayu Bad Boys alias Jimbrong. Nampaknya kuda kayu ini mulai keropos karena dimakan usia. Beruntung Jeka yang dengan sigap membantu mengatasi masalah ini. Berdasarkan kesepakatan bersama, kami kumpul di V-Point roti Venus Tajur jam 5:30. Dan Ko Sin2 nampak sedikit kecewa ketika dia datang jam 6:05 ke TKP dan melihat bahwa kami masih menunggunya dengan sabar. Para MOS yang sudah banyak makan asam garam dari hasil keringat kami masing2, berhasil menggagalkan rencana Ko Sin2 untuk naik angkot ke RA.
Tidak berapa lama kemudian BB dan Jeka kembali dari pertapaannya, dan kami pun berdoa dan photo bersama sebelum akhirnya meluncur menjalani etape pertama Tour the RA kali ini. Jalan raya Tajur-Ciawi-Gadog-Cipayung berhasil kami lewati dalam waktu kurang dari 90 menit. Para MOS pun tidak mau berlama2 memanjakan otot kaki di perhentian pertama ini. Dan kami pun segera meluncur menuju pit stop berikutnya di KFC dekat Ever Green, daerah Tugu, Puncak.
Saya memacu kuda besi tunggangan saya sekencang mungkin. Sebagai hasilnya, saya berhasil tiba di KFC setelah the Doc, kaki hampir keram dan suhu tubuh sedikit over heat. Di perhentian kedua ini, kami mengisi perut kami dengan makanan seadanya, seperti pisang, coklat, remah-remah biscuit dll.
Jam baru menunjukkan pukul 09:00 ketika kami meninggalkan KFC, langsung disuguhi tanjakan panjang yg ucukup melelahkan menuju Gn. Mas. Perjalanan menuju Gn Mas ini diwarnai dengan keramnya kaki BB, yang nampaknya dijadikan alasan untuk memesan semangkuk indomie kuah. Benar saja, setelah melahap habis mie instant tersebut, Jimbrong nampak ceria, dan meneruskan perjalanannya menuju Rindu Alam. Rupanya, mie adalah sumber kekuatannya.
Sambil menunggu kedatangan Jimbrong, kami pun ikut beristirahat di warung pinggiran kebun teh. Sambil ngobrol ngalor-ngidul, mengenang kelucuan-kelucuan Jimbrong yang selalu tidak mau terlihat lemah di mata rekan2 MOS lainnya, he.heh. Two thumbs up utk semangat the Bad Boy kali ini. Kaki keram tidak menyurutkan semangatnya untuk menyelesaikan pertarungan kali ini. Hidangan "perbaikan gizi" bagi para MOS di rumah makan Rindu Alam, menguatkan tekadnya utk berjuang hingga garis akhir. Sementara Pa Budi memilih untuk terus mengayuh tunggangannya menuju RA. "Kapan sampainya kalau kebanyakan berhenti?" keluhnya. Sementara Ko Sin2 mulai berhalusinasi untuk motong jalan, mendaki bukit perkebunan teh supaya cepat sampai ke tujuan. Tetapi rekan2 MOS kembali berhasil menyadarkannya.
Singkat cerita, kami semua berhasil menaklukkan etape ke 3 yang penuh dengan tanjakan2 panjang nan melelahkan. Saat-saat terberat adalah ketika kami melintasi Masjid besar, sebelum Melrimba. Tenaga sudah terkuras habis-habisan. Menengok ke belakang, Hendru mulai memperkecil jarak. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, saya terus mempertahankan putaran crank saya dan menjaga jarak dengan athlete RPM serta bulu tangkis yang usianya masih terbilang muda tersebut, he.heh. (Peace, Dru)
Akhirnya, the Doc finish pertama, Jeka kedua dan bablas sampai warung Mang Ade, the Guard, Hendru, Pa Budi, dan kawan-kawan dari kelas 500cc pun tiba satu persatu dengan wajah ceria, diikuti oleh BC di barisan akhir. Setelah menunggu sekitar 20 menit, makanan yang dipesan oleh Bung Bens dan the Doc pun disajikan. Hanya dalam hitungan menit, hidangan tersebut langsung tandas. Memang agak boros pemakaian bahan bakar kali ini. Terima kasih Bung Bens dan The Doc atas jamuannya yg luar biasa ini.
HAPPY ENDING ???
Siksaan belum berakhir! Tunggu lanjutan laporan perjalanan pulang dari Rindu Alam di artikel berikutnya.
Kamis, 12 April 2012
MOS of the Year
Komandan Regu kami, Captain Frans Tan, adalah salah seorang kawan lama saya. Danru sudah mengenal sepedah jauh sebelum Epic dan stump jumper dilahirkan.
Ada satu pengalaman yang masih saya ingat di era 90-an, ketika saya sedang menimba ilmu di Kota Kembang (Bandung), Jawa Barat. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah Tenggara Jakarta. Di kota yang bersejarah ini, [1] berdiri sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool, sekarang ITB), [2] menjadi ajang pertempuran pada masa kemerdekaan, serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika. [3] Kota Kembang ini memang sesuai dengan namanya.
Bicara soal "kembang", Bandung memang banyak menelurkan kembang-kembang desa nan cantik. Di kota inilah saya pernah jatuh cinta beberapa kali selama saya kuliah disana. Well, anyway, it's not about me. It's all about Danru tercinta, ha.hah.
Kala itu saya kost di Raben 27 (Rancabentang), belakang Universitas Katolik Parahyangan. Dan keponakan saya di BI (Bukit Indah) nomor 9 kalau tidak salah. Suatu hari, ada kejadian penting yang tidak pernah saya lupakan. Danru, tiba-tiba muncul di tempat kost ponakan saya itu (Ferdinand Didi Tunggajaya). Yang menyebabkan kemunculannya menjadi legenda adalah Danru mengayuh sepedanya dari Bogor. Sendirian pula! Ntah apa misi yang sedang diembannya waktu itu, tetapi sungguh pengalaman yg luar biasa, mengingat jarak Bogor-Bandung adalah 120km, dan bisa dibayangkan perjuangannya menaklukkan Gn Mas hingga Cianjur, lalu pegunungan Kapur Padalarang. Naik motor saja, pantat dan dengkul saya terasa pegal.
Danru memang pantas dinobatkan menjadi Komandan Regu SMC. Dia seorang pemimpin yang baik, selalu dengan sabar menemani kawan-kawan yg tertinggal di belakang, dan meninggalkan mereka di turunan, ha.hah. Peace Om Tan.
Sekian liputan saya kali ini. Saya masih menunggu berita dari informan2 saya di lapangan, untuk menulis berita2 terbaik bagi blog kesayangan SMC ini. SRAMANGAT.
Rabu, 11 April 2012
LiveStrong
Well, my beloved MOS and fellow cyclists, I would like to thanks my fellow cyclist, the Doc (dr. Imam Susilo) who inspired me to write this article.
There are many roads to Rome, the saying goes. I believe this saying as being something positive. You can go your own way and still arrive at the same goal; if one route does not suit, you can choose another route, etc.
It's been a few weeks that I didn't hear the MOS activities. But I have some good friends who are spying on them, ha.hah. So, I always follow their underground activities.
The first person I'd like to share is:
Uncle Chan, who has upgraded his iron horse into Epic, has not been satisfied with his performance, yet. The last time I dropped by to his shop on Jl. Suryakencana, he showed me his training tool.
The Doc has his own method. As he believes that jogging is the secret of his strength. He is also willing to help me give testimony on my "Tai Chi" group. He will testify how important doing exercises are. How sports help him to maintain his positive mind sets and attitudes. Moreover, it helps him solve many problems in his life.
Well, me, myself and I have my own method. For me, each way is unique. No matter what methods you choose, my advice is that you choose the one that really suit you and your needs. As a sports freak, I have tried various kind of sports and martial arts. And all those kind of sports finally help me to increase my performance in cycling. My best friend, tante Seli, always accompany me visiting Uncle Chan, ha.hah. It helps me to increase the speed. Tai Chi strengthens both of my knees and ankles which improves my endurance. These tools are also helping me to raise my confidence in defeating the steep hilly road.
Bung Bens, the strategy man, prefers to read newspaper and thinks the strategy to defeat his younger brother, Jimbrong (Bad Boys).
Well, I dunno about BB (Bad Boys). But from the rumors that I heard, this boy has a secret weapon to defeat us in the next Boneng Race. He's preparing his Black Devil Carbon Horse. Let's see how it works:-) We can hardly wait to see his performance.
There are many roads to Rome, the saying goes. I believe this saying as being something positive. You can go your own way and still arrive at the same goal; if one route does not suit, you can choose another route, etc.
It's been a few weeks that I didn't hear the MOS activities. But I have some good friends who are spying on them, ha.hah. So, I always follow their underground activities.
The first person I'd like to share is:
Uncle Chan, who has upgraded his iron horse into Epic, has not been satisfied with his performance, yet. The last time I dropped by to his shop on Jl. Suryakencana, he showed me his training tool.
The Doc has his own method. As he believes that jogging is the secret of his strength. He is also willing to help me give testimony on my "Tai Chi" group. He will testify how important doing exercises are. How sports help him to maintain his positive mind sets and attitudes. Moreover, it helps him solve many problems in his life.
Well, me, myself and I have my own method. For me, each way is unique. No matter what methods you choose, my advice is that you choose the one that really suit you and your needs. As a sports freak, I have tried various kind of sports and martial arts. And all those kind of sports finally help me to increase my performance in cycling. My best friend, tante Seli, always accompany me visiting Uncle Chan, ha.hah. It helps me to increase the speed. Tai Chi strengthens both of my knees and ankles which improves my endurance. These tools are also helping me to raise my confidence in defeating the steep hilly road.
Bung Bens, the strategy man, prefers to read newspaper and thinks the strategy to defeat his younger brother, Jimbrong (Bad Boys).
Well, I dunno about BB (Bad Boys). But from the rumors that I heard, this boy has a secret weapon to defeat us in the next Boneng Race. He's preparing his Black Devil Carbon Horse. Let's see how it works:-) We can hardly wait to see his performance.
Langganan:
Postingan (Atom)
Connect With Us
Rep: Marcel:0817173839 Basil:0818101035
Shooter: M.I.B, The G String, Buds, the bad boy
Medical: The Docs description: Bungbens promotion: The BH boy Narrator: Basil,The guard,g-string.
Followers
Power, Endurance,Skill,Adrenaline,Safety and Beauty
D'You Wanna Joint Us? Just follow this blog.
Today is a Gift...
Selalu ada kebersamaan, to enjoyed your day..!
Road to nowhere
Hanya untuk dijalani bukan dipahami.......
Action
Selalu ada waktu bergembira ria..menghibur sang suhu..:)
Easy Like Sunday Morning..
MOS @ Indah nya kebersamaan.
Sea Horse
;)
No Risk No Fun.
Yang penting gaya...resiko tertimpa sepeda..:P
There's always have a story to tell..
Let's Play w/ MOS @curug panjang
The Hotest Sunday
Yeah...baby..yeah...!!
Too Good to be True
Should we go.
You can Make it ,if you believe it ...
M.O.S @ Sate Kadir
in good times and bad times ..
sesaat sebelum tersesat dijalur kp.awan-Boneng.
Just drive....!!
There is a Sweeper behind.
When quantity = quality
@ Rariweuh.com
the Esemce bike community. Diberdayakan oleh Blogger.















































