Selamat datang di dunia "Esemce"

Silahkan menikmati halaman kami, follow, posting atau komentar ............... Keep Health with Rolling and Fun....Tetap Sramangat...!!

Minggu, 30 Desember 2012

Akhir Tahun 12.12.12 ?

Gonjang ganjing seputar issue kiamat di akhir tahun 2012, tepatnya tanggal 12.12.12, cukup mempengaruhi semangat gowes bersama para MOS yg sudah berkeluarga.
Setengah tahun terakhir, para MOS memilih meluangkan waktunya yg berharga untuk bersama keluarga.
Bungbens yg terkenal dengan gotjap-nya (gowes cepat), karena harus kuliah master tahun ini dan kesibukan keluarga, terpaksa beralih menjadi gokil (gowes kilat). Waktu terasa menjadi begitu berharga.
M.I.B (sering dipanggil Om WT), pengusaha jati tulen, memilih ternak teri tiap hari minggu, sambil melobi salah satu pegusaha besar di Kelapa Gading, Jakarta, untuk mendapatkan tender milyaran rupiah.
The DOC, dokter muda sekaligus pelari profesional di team SMC ini memilih untuk menghilang dari peredaran sejak pertengahan tahun 2012 ini. Keberadaannya masih misterius.
Danru, yang baru saja diberikan momongan, sibuk ngebut dengan motor baru (Kawasaki Ninja) dan pekerjaan barunya di BII. The Bad Boy, tenggelam dengan keluarga, pekerjaan dan restoran barunya di kawasan Tajur Bogor.
Suhu, pemimpin tertinggi dari group gowes ini, sedang memasuki pre-40 syndrome. Rumor terakhir suhu bertemu dengan bidadari dalam perjalanan pulang dari gowes kuliner Bogor-PSK Sentul-AhPoong-Bogor. Pertemuan singkat tersebut cukup untuk mengembalikan semangat gowes suhu. Dan yang terpenting, suhu tidak terlalu sering galau lagi. The Lone Rider, pendiri blog ini, juga memilih untuk meluangkan waktu bersama anak-anak bermain bola di pantai dan isteri tercinta.
The flying carbon (Sin2), bos besar Jagorawi Motor yg rendah hati ini, sibuk dengan project adrenalinnya, sibuk berlatih terbang-terbangan untuk nyerodot di single trek Sukabumi saat musim kering tiba nanti. Sementara musim hujan masih sering menerjang Bogor dan sekitarnya, terpaksa kami (Sin2, Suhu dan the Guard), mencari alternative lain seperti gowes kuliner. Mulai dari rumah makan di Cipanas, Cianjur, Sukabumi, sate kiloan dan tongseng di sentul, aneka minuman dan makanan di AhPoong, sampai nasi uduk depan semeru bike sering kami satroni.
Para PM (pamajikan) mulai curiga, karena kami sering gowes tetapi perut bertambah besar. Akhirnya di akhir bulan Desember, tepatnya tgl. 30.12.12 kami memutuskan untuk menggantungkan sepeda sejenak dan berjalan kaki dari Taman Padjajaran ke warung teteh di Gunung Geulis. Mudah-mudahan tahun 2013 ini para activist MOS, yang sementara ini banyak merger dengan komunitas-komunitas sepeda lain, mulai merapat dan menghidupkan kembali group yang pernah tenar dan menggemparkan dunia persepedahan di era 2009-2011 ini.
Oya, MOS yang satu ini, the G-String, satu-satunya lajang di SMC, sebentar lagi akan mengakhiri petualangan cintanya di awal tahun 2013. Kita tunggu hari baik tersebut, dan serbu beramai-ramai, ha.hah.
Dan tidak ketinggalan Boss produk2 kesehatan dan kenyamanan satu ini, Bung BH, tidak pernah ketinggalan meramaikan dunia gowes plus2 (plus kuliner) di SMC. HAPPY NEW YEAR MOS tercinta .... Semoga sukses selalu menyertai kita semua beserta keluarga dan kerabat.

Minggu, 20 Mei 2012

SMC Getaway Part I 20.05.12

Special Thanks kepada Basil dan Hoasin yang telah membuat impian gowes ke Cisolok ini menjadi kenyataan. Acara gowes bersama plus-plus ini baru pertama kali kami adakan. Sayang belum semua MOS bisa mengikuti acara ini karena masing-masing masih sangat dibutuhkan keberadaannya di rumah. Beruntung sekali ke-10 MOS yang bisa melarikan diri sejenak dari jeratan rutinitas pekerjaan dan rumah tangga, ha.hah. Peace... Hoasin, Basil, Frans, Buds, Agus, Hendru, Hendra, Pa Budi, Yosi, dan Marcel termasuk MOS yang beruntung kali ini. Tikum di Jagorawi Motor jam 15:30, para MOS pun tidak ingin membuang2 waktu, setelah loading sepeda ke pick-up sumbangan Hoasin, kami ber-10 segera meluncur, dalam Kijang kapsul Om Sin2, menembus kemacetan di sepanjang jalan Padjajaran menuju "Lokalisasi Plaza" yang hampir tiap weekend menyebabkan kemacetan dan kesemarawutan. Sudah saatnya mall tidak berguna itu direlokasikan saja ke Ujung Kulon. Selepas bundaran depan Elos, MOS pun tidak menemui hambatan berarti dan tiba di hotel sekitar pukul 8 malam.
Jam 8 malam pun para MOS dengan sigap menurunkan sepeda dari pick-up dan menyusunnya dengan rapi di lobby hotel. Demi alasan keamanan, Pa Budi pun mengamankan sepeda dengan seutas tali rapiah berwarna merah muda. Merah melambangkan keberanian dan muda melambangkan jiwa para MOS yang meski sebagian sudah berusia di atas 30 dan 40 tahun tetapi darah dan jiwanya selalu muda.
Selesai urusan persepedahan dan pengarahan singkat dari Danru di tepi pantai,MOS pun langsung menyerbu hidangan makan malam yang telah disediakan oleh pihak Hotel, mandi dan sebagian memilih untuk beristirahat. Sementara itu, Hoasin dan rekan2 MOS lainnya menjalani sub mission, kunjungan ke SBH (Samudera Beach Hotel) yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari tempat kami menginap. Keesokan harinya, Minggu 20 Mei 2012, selesai sarapan pagi dan photo session di depan Hotel, MOS pun mulai meluncur ke arah Karang Hawu.
Perjalanan awal yang sangat menyenangkan, melewati jalanan yang sedikit menanjak dan teduh karena pepohonan yang rimbun. Kami memacu sepeda kami dengan kecepatan sedang, menuju perhentian pertama, Karang Hawu.
Sebagian besar dari MOS menganggap narcis itu penting, maka kami tidak menyia2kan kesempatan ini untuk berphoto ria, sebelum melanjutkan perjalanan dengan tujuan yang belum kami tetapkan, ha.hah. Selepas dari Karang Hawu, udara panas khas pantai mulai menerpa dan tanjakan-tanjakan yang menguras tenaga pun mulai bermunculan satu persatu. Hendru dengan setia masih mengabadikan perjalanan MOS kali ini.
Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan Pa Dedy dan putranya Hendrick, yang sedang berlatih. Sungguh luar biasa bocah cilik ini, semua MOS dilibas di tanjakan, ha.hah. Mereka menemani perjalanan MOS menuju Habibie Hills, turun kembali ke Cikeumang Bay lalu menikmati sajian kelapa di warung sebelah Polres Cisolok. Bagi para MOS, tidak ada tanjakan yang terlalu sulit maupun terlalu berat untuk ditaklukkan, Pa Budi pun memberikan wejangan2 dan tips di balik ketekunannya melahap tanjakan. Beliau mengadopsi jurus kura-kura, dan terbukti memang ampuh untuk perjalanan jarak jauh, seperti layaknya hidup yang penuh liku2 dan tanjakan ini. Sin2, Buds dan Hendru memiliki cara tersendiri untuk menikmati petualangan kali ini. Mereka bertiga meluangkan waktu lebih banyak di Karang Hawu untuk mengabadikan petualangan mereka.
Yang tidak kalah menarik dari perjalanan kali ini adalah MOS menyempatkan diri untuk berkunjung ke Sukabumi dalam perjalanan pulang ke Bogor untuk menikmati makanan2 khas Sukabumi, mulai dari sekoteng, Mie goreng dan mie kuah Oyan, sampai tidak ketinggalan kue moci, mpek2 dan bubur ayam. Ternyata udara di Sukabumi masih sangat sejuk di sore hari, tidak kalah sejuk dengan udara di kawasan Puncak, Cipanas. Gowes kuliner kali ini membulatkan tekad kami untuk segera mengadakan SMC Getaway Part II di bulan Juni yang akan datang. Terima Kasih Sin2, Basil dan Pa Budi. Sampai jumpa di petualangan berikutnya.

Minggu, 06 Mei 2012

Liputan dari Sukamantri 06.05.12

Tikum di Epic jam 6:00 pagi, sambil menunggu rekan2 lainnya. Tak disangka gowes bersama kali ini dihadiri oleh para sesepuh dan veteran SMC. Dengan jumlah total peserta 17 orang.
Setelah pertapaannya yang cukup lama, Sifu akhirnya turun gunung pada pagi yang cerah ini. Ditemani oleh Ko Jeff. Juga beberapa rekanan tetap SMC seperti The Hippies (Jeka) and the Silent Killer (Agus Setiawan) yang belakangan saya tahu adalah mantan pembalap motor. Juga ada kakak kandung sodara BC (Budi Cahyadi), yang mengaku baru gowes 4x,beserta anak lelakinya. Tetapi sungguh luar biasa, mereka berdua sampai di bumi perkemahan Sukamantri tanpa terlihat lelah sama sekali.
Juga ada tamu kehormatan, Ko Handi, dan sponsor setia SMC, Ko Sin2 yang kali ini menyumbang satu dus minuman kesehatan yang menjadi pelepas dahaga para MOS di gowes kali ini. Sin2 yang dulunya seorang athlete BMX terkenal di era 80-an, membuktikan kelincahannya melibas jalur turunan Sukamantri-Epic dalam waktu kurang dari 20 menit. Tanpa keraguan sedikitpun, dengan lincahnya dia memacu sepeda KTM hitamnya dengan kecepatan penuh.
Salah satu kata-kata bijaknya yang saya ingat: "Kalau tadi kita tidak bisa menikmati tanjakan (trek uphill makadam jahanam sepanjang 3.1km), kenapa kita gak menikmati turunan?". Saya pun menjadi semangat untuk menempelnya di perjalanan pulang dari Sukamantri ini. Memacu adrenalin dengan kecepatan penuh,meliuk-liuk di tengah keramaian arus lalu lintas Ciapus ini. Diikuti oleh the Silent Killer, yang beberapa kali saya dengar ngerem mendadak di belakang saya. Belakangan saya pun mendapat pengakuan dosa dari Agus, bahwa dirinya adalah mantap pembalap motor.
Luar biasa MOS yg satu ini. Pengalaman salto 3x di trek Nura pada hari Minggu sebelumnya tidak membuatnya jera. Agus yang mendapat julukan the Silent Killer dan salah satu bintang tamu kehormatan di SMC ini, memang nampak pendiam. Berbanding terbalik dengan Jimbrong, yang kali ini absen dari dunia persepedahan dan mengemban tugas mulia ternak teri. Sempat berpapasan dengan para MOS saat pulang menuju Epic. MOS fenomenal lainnya, The G-String (Arie Kurniawan) sudah 2x berturut-turut melibas the Guard di tanjakan, dan berhasil finish di urutan kedua. Mungkin sudah saatnya saya mohon ijin untuk turun ke urutan ke 3 atau ke 4.
Salah satu rahasia kekuatannya berada di balik cemilan (makanan ringan) kesukaannya, yaitu pelet hijau kualitas No.1, yang khusus dikonsumsi oleh Mr. and Mrs. Koi. Tampaknya, Jimbrong harus bekerja lebih keras untuk meerebut kembali posisi ke 2-nya. Sementara Buds Hendro, the incredible Hulk, nampaknya akan segera melibas MOS papan atas jika dia sudah mendapatkan tunggangan yang tepat.
Persaingan di papan atas semakin berat. Jika tidak rajin2 berlatih, akan tersusul oleh yang muda2. The Rising Stars yang sedang menimbang2 utk mengganti tunggangannya, nampak tidak bisa menempel BungBens di perjalanan kali ini. Di samping masih kurangnya pengalaman melibas trek makadam jahanam, BungBens memang tampil prima hari ini dengan jersey keramat merahnya. Bintang tamu lainnya adalah Carlos, dari group "GOWES", yang meskipun perlahan tapi pasti berhasil menyelesaikan perjalanan yang cukup menyita energy ini.
Jeka sempat mengkhawatirkan kondisi Carlos, karena di pengalaman2 sebelumnya, jika sudah terlalu lelah, Carlos bisa balik kanan dan pulang sendiri. Carlos ini salah satu penyimpan tenaga yang baik. Wajahnya selalu berseri-seri meskipun telah melewati perjalanan yang melelahkan. Mungkin juga dia memiliki ilmu Teki Ibeng, menyerap tenaga lawan. Berikut adalah hasil unofficial race dari warung pertigaan ke Hutan Pinus, Sukamantri, yang berupa trek makadam jahanam sepanjang 3.11km, uphill
Perjalanan di hari Minggu yang cerah ini, akhirnya ditutup dengan memacu sepeda sekencang-kencangnya menuju rumah Bung Hendra di BNR, untuk mengikuti perjamuan kudus kolaborasi Ko Sin2 beserta keluarga BH. Terima kasih untuk jamuan makan pagi menjelang siangnya Om, juga untuk Indri, isteri BH, yang dengan pasrah menerima kehadiran MOS yang bau keringat dan bikin kotor rumahnya:-) Terima kasih untuk photo2nya, juga untuk mba yang menyiapkan makanan. Sampai ketemu di perjalanan SMC berikutnya. GBU.

Minggu, 29 April 2012

Boneng Race Serie 1 -- 29.04.2012

Well, I am a bit surprised that the idea of conducting a Boneng Race is somehow came true this morning. Special Thanks to Sin2, Wei Tjan, Benny (BungBens) and Jeka(the Hippies) for the their sponsorship and support.
Sudah menjadi tradisi bagi para MOS, bahwa yang namanya olahraga bersepeda ya harus gowes dari rumah ke TKP sampai kembali ke rumah. Singkat cerita, BOneng Race Serie 1 ini dimulai dari Bellanova, Sentul City dan finish di KM-O desa BojongKoneng, melewati taman Budaya dan jalur uphill sepanjang kurang lebih 12,5km yang 90%-nya berupa tanjakan2 jahanam.
altitude profile. Hasil Lomba:
Di Boneng Race yang pertama kali diadakan di tahun 2012 ini, para MOS mengeluarkan senjata dan strategy andalan masing-masing:
Jimbrong, sedikit kecewa dalam lomba kali ini. Karena sebelumnya beliau adalah pesepeda fenomenal, dan seringkali finish di barisan pertama tetapi tidak ada yang mengabadikan prestasinya. Hari ini dia merasa sangat terganggu oleh ocehan-ocehan the Guard sepanjang jalur Uphill Taman Budaya -- KM-0, dan akhirnya beberapa ratus meter menjelang garis finish, Jimbrong melepaskan posisi ketiganya dan mengijinkan the Guard melewatinya. Daripada stress mendengarkan petunjuk2 navigator yang sedikit menyesatkannya.
Sungguh diluar dugaan, Buds, berhasil melewati MOS papan tengah, dan menempel JimBrong, hingga berhasil finish di tempat ke-5. Sungguh besar pengorbanan Buds kali ini. Dia sampai batal untuk mengabadikan perjalanannya kali ini karena melihat BungBens mulai menempel di belakangnya, ha.hah. Sementara itu, BungBens, berhasil mengelabui the Smallest Teacher (Eric) dengan memberikan beberapa informasi yang sedikit menyesatkan. Ketika ditanya berapa sisa jarak yang ada, BungBens selalu menjawab: "Masih jauh, Rick!". Sehingga Erick tidak berani memacu sepedanya terlalu cepat, takut kehabisan tenaga. Dan terakhir, sebuah sepeda motor menghalangi kariernya untuk dapat menyusul BungBens.
Meski finish di urutan ke-7, Eric cukup puas dengan prestasinya. Sehingga layak mendapatkan julukan "The Rising Star". Mr. LivingStrong berhasil finish di urutan ke-8 dengan wajah yang berkeringat seperti biasa, diikuti oleh M.I.B (Wei Tjan), dan terakhir Ko Handi, satu-satunya MOS yang baru pertama kali bergabung dengan SMC dan langsung disuguhi Boneng Race Serie 1. Dan akhir dari perjalanan kami kali ini ditutup dengan makan pagi bersama di Bakmi Golek Sentul, sambil mengenang pengalaman luar biasa yang baru saja kami lalui bersama.
Nantikan laporan perjalanan kami berikutnya, dalam EnduRace Serie 2 yang rencananya akan kami adakan 3 minggu mendatang dengan mengambil trek Gunung Bunder yang berjarak tempuh 75km++. Salam Hangat dan tetap SRammangat untuk para MOS.

Rabu, 25 April 2012

Boneng Race for SMC?

Boneng Race? Why not? Ide ini tercetus dalam pembicaraan di BB group SMC, Ini baru sekedar wacana, tetapi bisa kita realisasikan dalam waktu dekat. Ada 2 pilihan trek, pertama adalah jalur chicken way Cijayanti-Km0, yang kurang lebih rutenya seperti berikut:
Meskipun disebut chicken way, jalur ini sudah membantu meningkatkan stamina dan endurance para MOS. Untuk jarak pastinya, nanti kita akan hitung secara detail, tergantung dari titik mana kita mau start.
Untuk titik finish, kita bisa menggunakan warung km-0 ini sebagai patokan. Pertama-tama adalah kita bagi kelompok (kelas), mulai dari kelas Super Bike, 500cc dan 125 cc. Atau bisa juga berdasarkan type sepeda: Fulsus (XC, AM, DH, Trail), HT, seli, BMX, sepeda ontel dsb. Contoh: Fulsus XC ada Pa Budi dan Wei Tjan, AM ada BungBens, BH dan Sin2, HT ada Imam, Hendru, Arie, Buds dkk. Tergantung nanti mana yang paling mudah dilaksanakan. Untuk trophy bisa kita pesan dan buat design SMC yang unique
Untuk hadiah? Kita bisa mulai saweran, misalnya tiap kali gowes bersama kita mulai nabung 20rb per orang, atau berapa saja sanggupnya. Kalau ada yg mau nyumbang 50-100rb juga alhamdulilah. Race ini bisa kita adakan satu bulan sekali, atau 2 bulan sekali sekedar untuk senang2 saja, dan memotivasi para MOS untuk giat berlatih dan meningkatkan performance-nya. Dan satu hal lagi yang tidak kalah penting, mungkin bisa kita mulai pikirkan bagaimana kita bisa menghadirkan 1-2 orang umbrella girls untuk sesi photo2 setelah mencapai garis finish. Jadi coba mulai di data siapa saja yang punya kenalan SPG rokok atau mungkin staff di kantor masing2 yang bersedia menjadi umbrella girls untuk acara Boneng Race ini. Hendra pastinya punya banyak link neh, he.he. Ya, mari kita beri masukan2 positive untuk mendukung event ini.
Opsi kedua adalah trek Uphill yang dipakai untuk 1PDN Sentul Uphill Race 2012 beberapa waktu yg silam. Tapi itu nantilah setelah rute chicken way ini dengan sukses bisa terealisasi.

Connect With Us

Rep: Marcel:0817173839 Basil:0818101035 Shooter: M.I.B, The G String, Buds, the bad boy Medical: The Docs description: Bungbens promotion: The BH boy Narrator: Basil,The guard,g-string.

Followers

Power, Endurance,Skill,Adrenaline,Safety and Beauty

Power, Endurance,Skill,Adrenaline,Safety and Beauty
D'You Wanna Joint Us? Just follow this blog.

Today is a Gift...

Today is a Gift...
Selalu ada kebersamaan, to enjoyed your day..!

Road to nowhere

Road to nowhere
Hanya untuk dijalani bukan dipahami.......

Action

Action
Selalu ada waktu bergembira ria..menghibur sang suhu..:)

Easy Like Sunday Morning..

Easy Like Sunday Morning..
MOS @ Indah nya kebersamaan.

Sea Horse

Sea Horse
;)

No Risk No Fun.

No Risk No Fun.
Yang penting gaya...resiko tertimpa sepeda..:P

There's always have a story to tell..

There's always have a story to tell..
Let's Play w/ MOS @curug panjang

The Hotest Sunday

The Hotest Sunday
Yeah...baby..yeah...!!

Too Good to be True

Too Good to be True
Should we go.

You can Make it ,if you believe it ...

You can Make it ,if you believe it ...
M.O.S @ Sate Kadir

in good times and bad times ..

in good times and bad times ..
sesaat sebelum tersesat dijalur kp.awan-Boneng.

Just drive....!!

Just drive....!!
There is a Sweeper behind.

When quantity = quality

When quantity = quality
@ Rariweuh.com
the Esemce bike community. Diberdayakan oleh Blogger.