Pagi itu plataran parkir V-point tampak cukup lengang hanya terlihat beberpa motoris yang sedang menunggu pesanan kue-kue dari salahsatu produsen roti,tak begitu lama masuklah sebuah mobil pick-up yang dibelakang nya sudah terikat 2 unit sepeda, ternyata Pak Budi dan BH sudah nangkring didepannya.
Satu persatu MOS hadir dan menaikan sepedanya ke bak mobil,ya..hari ini MOS gowes loading unloading dulu rencana nya start dari peternakan ayam milik Pak Budi didaerah tangkil cicurug kab.Sukabumi.
Setelah semua hadir tak banyak memang hanya 7 MOS dan telah loading sepeda, pick-up pun meluncur ke arah ciawi,cicurug..perjalanan lumayan cukup jauh ada sedikit kemacetan di daerah cikreteg tp akhirnya MOS sampai di farm sekitar pukul 7.00 am.
MOS bergegas menurunkan sepeda dan melakukan persiapan tak lupa sarapan rebus telor yang telah disediakan sang empunya farm. Setelah melakukan ritual do'a dan photo bersama MOS memulai putaran cranknya ke arah utara (gunung salak) yang tampak cerah pagi itu, baru saja satu belokan pertama MOS sudah disuguhkan tanjakan "MAKADAMN" sontak kondisi ini membuat kaget otot-otot yang baru bergerak dengan perlahan tapi pasti semua MOS dapat melaluinya.
Perjalanan terus dilanjutkan kali ini benar2 langsung hidangan utama MOS terus disuguhi tanjakan makadam emm.... tak ayal keringat sudah menetes disaat-saat awal.
Perjalanan sempat terhenti dan regrouping di daerah cipari karena Om Buds mengalami loss REM..depan belakang..wah wah gawat, tapi seperti biasa SMC memiliki teknisi yang handal yaitu The g-string yg langsung memutar otak dan menyulap break set om BUDS kembali berfungsi seperti semula.
Perjalanan dilanjutkan matahari mulai terasa panas, tetapi makadam belum habis juga seakan muncul dan muncul kembali..power,skill dan endurance benar-benar diuji pada jalur ini, beruntung ditengah-tengah disisipi jalur semen dan pemandangan sawah hijau cukup membuat refresh, akhirnya MOS dipertemukan turunan aspal rusak yang lumayan cukup membantu meluruskan kaki yang hampir 1 jam setengah tak bisa berhenti bergerak.Diputus kan juga untuk regrouping di sebuah warung gorengan ini tidak disia-siakan MOS untuk menyuplai kalori dan karbohidrat kembali kedalam tubuh masing-masing.
Perjalanan dilanjutkan sekarang giliran BH yang terkena problem pada rear shock nya yang kehabisan angin sehingga rear shocknya mentok dan tidak berfungsi, dengan sedikit cemas BH terus melanjutkan gowes dengan harapan tak ada makadam atau jalan rusak lagi di depan..tetapi Pak Budi sebagai guide perjalanan kita kali ini seperti tau kondisi, tak lama setelah satu tanjakan makadam terakhir Ban sepeda pun akhirnya bertemu dengan jalan aspal mulus menuju daerah palalangon, di karenakan berbagai kondisi MOS putuskan tidak naik ke penagkaran Elang, MOS lansung menyusuri jalan aspal menuju cihideung warso dengan jalur aspal khas jalan perkampungan yang naik turun dan guyuran sedikit air hujan sangat cukup membuat stamina terkuras dan ingin rasanya segera memarkir sepeda dan selonjorang sambil menunggu peanan TOGE GORENG cihideung he..he.., ini pun menjadi pemberhentian terakhir untuk selanjut nya MOS tancap gas menikmati turunan panjang cihideung-pamoyanan-cipaku untuk kembali ke keluarga masing-masing.
Special thanks to Pak Budi untuk transportasi dan new Track nya. Tetap SRAMANGAT..!
Satu persatu MOS hadir dan menaikan sepedanya ke bak mobil,ya..hari ini MOS gowes loading unloading dulu rencana nya start dari peternakan ayam milik Pak Budi didaerah tangkil cicurug kab.Sukabumi.
Setelah semua hadir tak banyak memang hanya 7 MOS dan telah loading sepeda, pick-up pun meluncur ke arah ciawi,cicurug..perjalanan lumayan cukup jauh ada sedikit kemacetan di daerah cikreteg tp akhirnya MOS sampai di farm sekitar pukul 7.00 am.
MOS bergegas menurunkan sepeda dan melakukan persiapan tak lupa sarapan rebus telor yang telah disediakan sang empunya farm. Setelah melakukan ritual do'a dan photo bersama MOS memulai putaran cranknya ke arah utara (gunung salak) yang tampak cerah pagi itu, baru saja satu belokan pertama MOS sudah disuguhkan tanjakan "MAKADAMN" sontak kondisi ini membuat kaget otot-otot yang baru bergerak dengan perlahan tapi pasti semua MOS dapat melaluinya.
Perjalanan terus dilanjutkan kali ini benar2 langsung hidangan utama MOS terus disuguhi tanjakan makadam emm.... tak ayal keringat sudah menetes disaat-saat awal.
Perjalanan sempat terhenti dan regrouping di daerah cipari karena Om Buds mengalami loss REM..depan belakang..wah wah gawat, tapi seperti biasa SMC memiliki teknisi yang handal yaitu The g-string yg langsung memutar otak dan menyulap break set om BUDS kembali berfungsi seperti semula.
Perjalanan dilanjutkan matahari mulai terasa panas, tetapi makadam belum habis juga seakan muncul dan muncul kembali..power,skill dan endurance benar-benar diuji pada jalur ini, beruntung ditengah-tengah disisipi jalur semen dan pemandangan sawah hijau cukup membuat refresh, akhirnya MOS dipertemukan turunan aspal rusak yang lumayan cukup membantu meluruskan kaki yang hampir 1 jam setengah tak bisa berhenti bergerak.Diputus kan juga untuk regrouping di sebuah warung gorengan ini tidak disia-siakan MOS untuk menyuplai kalori dan karbohidrat kembali kedalam tubuh masing-masing.
Perjalanan dilanjutkan sekarang giliran BH yang terkena problem pada rear shock nya yang kehabisan angin sehingga rear shocknya mentok dan tidak berfungsi, dengan sedikit cemas BH terus melanjutkan gowes dengan harapan tak ada makadam atau jalan rusak lagi di depan..tetapi Pak Budi sebagai guide perjalanan kita kali ini seperti tau kondisi, tak lama setelah satu tanjakan makadam terakhir Ban sepeda pun akhirnya bertemu dengan jalan aspal mulus menuju daerah palalangon, di karenakan berbagai kondisi MOS putuskan tidak naik ke penagkaran Elang, MOS lansung menyusuri jalan aspal menuju cihideung warso dengan jalur aspal khas jalan perkampungan yang naik turun dan guyuran sedikit air hujan sangat cukup membuat stamina terkuras dan ingin rasanya segera memarkir sepeda dan selonjorang sambil menunggu peanan TOGE GORENG cihideung he..he.., ini pun menjadi pemberhentian terakhir untuk selanjut nya MOS tancap gas menikmati turunan panjang cihideung-pamoyanan-cipaku untuk kembali ke keluarga masing-masing.
Special thanks to Pak Budi untuk transportasi dan new Track nya. Tetap SRAMANGAT..!
























