“
Life begins at 40”, rupanya menjelang ulang tahun yg ke-40, the Doc dan the Guard berlatih habis-habisan untuk mengukir prestasi baru di SMC (meski sebenarnya gak ada yg peduli dengan hasilnya, ha.hah).
Tikum di tempat biasa, Mie Bandung, di hari Minggu yang cerah jam 6 pagi. Para personil SMC yang akrab dengan sebutan MOS terkagum-kagum dengan penampilan baru kuda besi juragan hutan jati (Wei Tjan). Setelah beberapa kali finish di barisan terakhir,
rupanya Om Tjan terinspirasi untuk mengganti kuda kayu tungganganya, dan melengkapi dengan berbagai teknologi mutahir, seperti sensor pengukur putaran crank (RPM), alat pengukur denyut nadi, dan tidak tanggung2, dia juga melengkapi rear shock Epic-nya dengan brain technology, dengan harapan dapat menambah kecepatan untuk finish lebih cepat.
Sebaliknya, the Doc, yang sudah berulang kali finish di posisi pertama untuk trek Bogor—Boneng, nampak ingin menambah tantangan dengan mengganti kedua ban tunggangannya (26x2.40) plus rem belakang yg dibuat sedikit macet.
Sungguh beruntung bahwa
H2J (Harlan, Hendru dan Jeka) absent di petualangan MOS kali ini. Hingga para MOS senior masing-masing mendapatkan peluang untuk mengukir prestasi di hari yang panas ini. Suasana kompetisi mulai terasa ketika kami memasuki jalan Cimahpar yang sempit, berbelok-belok dan naik-turun. The Doc, BB, dan the Guard memimpin di barisan terdepan. Terlihat the Doc beberapa kali mengambil resiko bersenggolan dengan angkot demi menjaga jarak dengan BB. The Lone Rider (Basil, developer Blog esemce tercinta) sempat membuat gebrakan dengan menyusul BB, Doc dan the Guard di tanjakan pertama. Tindakannya itu membuat geram kami-kami yang di barisan depan, dan segera meningkatkan putaran crank kami untuk segera menyusulnya kembali.
Pertarungan antara BB dan the Doc terlihat sangat alot. Susul menyusul pun tak dapat dihindari. Sementara beberapa meter di belakang mereka, the Guard, dengan sabar dan tekun berusaha mempertahankan laju sepedanya. Menjelang tanjakan Rainbow Hills yang terkenal panjang dan melelahkan, tiba-tiba terdengar seruan Ko Sin-Sin Jagorawi Motor, memberikan semangat dari belakang, dan melesat mendahului kami di barisan depan. Pada awalnya saya yang menunduk ke aspal tidak menyadari bahwa Sin Sin menyusul kami dengan berpegangan kepada truk pasir yang melaju menuju Boneng. Setelah menyadari hal itu, saya pun tidak kuasa menahan tawa yg meledak-ledak, sehingga laju sepeda saya sedikit tak terkendali dan kehilangan kecepatan di tanjakan menyebalkan itu.
Menjelang batu besar, BB mulai kelihatan lelah dan tertinggal oleh the Doc. Kesempatan yang langka ini tidak saya sia-siakan. Setelah memindahkan gear belakang beberapa level ke bawah, saya berdiri dan mulai mengejar BB. Akhirnya momentum bersejarah ini terjadi. Setelah gowes bersama SMC selama kurang lebih 3 tahun, baru hari ini saya bisa menyusul BB alias Jimbrong dan meninggalkannya satu-dua menit di belakang.
Hasil pertarungan 25 Maret 2012 (Laporan resmi dari Bung Bens):
Papan atas: Setelah terjadi pertarungan seru antara Docs dan BB, akhirnya dengan berat hati, BB harus menerima kenyataan pahit: the Doc dan Bang Yos (the Guard) finish duluan, disusul oleh BB, Arie dan Mr Sin dengan super trick-nya, ha.hah.
Papan Tengah: Seperti biasa, Basil yang ngebut di awal…. Namun berkat ketekunannya, Bung Bens (bbn) mulai menyalip di tanjakan Rainbow Hills. Namun Basil pun memberikan perlawanan alot. Pertarungan seru pun terus berlangsung hingga batu paus. Akhirnya bbn berhasil melepaskan diri dari rombongan sirkus tersebut. Finish diikuti WT, Basil dan Buds Hendro (yang hari ini tampil prima dan bersemangat)
Di kelas 125cc, anggota MOS baru asuhan Bung Hendra BNR, tertinggal hampir 30 menit di belakang, dan hampir nyasar ke kolam air panas di ruko-ruko Sentul City. Untungnya, dengan mental baja (doi yang dulunya sering digamparin waktu ospek di hutan) berhasil menemukan jalan ke Curug Boneng dan bergabung dengan MOS senior yang sedang latihan panjat tebing disana.
Epilog: The Guard, karena tuntutan profesinya yang harus ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak bisa menemani para MOS ke curug Boneng, dan dengan berat hati harus berpisah di pertigaan KM-0. Jam 8:45 the guard sudah sampai di Golf Gn Geulis, dan bertemu dengan Hendru di warung nasi, bersama dengan group HBD. Dan akhirnya memutuskan untuk menemani Aldo dan sang istri, Swita, bersama Jeka putra petir, gowes kembali ke arah KM-0, berbelok ke Rainbow Hills, melewati jalur single trek-nya Om Weimin, sebelum akhirnya ditraktir makan siang di Mie Bandung oleh Jeka.
Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.
SRAMANGAT SMC. Sampai bertemu di petualangan selanjutnya (Trek Kota Bunga-Sentul)